Selalu Berhenti Di Hati


Jika sudah berbicara tentangmu, kebanyakan aku selalu terdiam dan hanya bisa merasakan gambaran dirimu, cukup dihati. Karena tak semudah dan segampang mulut berbicara begitu saja.

Jika sudah mengingatmu, aku masih terdiam dalam redam pikiran tentangmu. Sedang apa ? Masak apa ? Bagaimana hari ini ? Tak pernah bisa terungkap semudah aku merindui mencintai sesuatu kemudian mengungkapkannya.

Ini semua terjadi begitu saja saat mata sempat tak bisa melihatmu setiap hari seperti saat ini.

Ini begitu sangat terasa, ketika sempat suaramu tidak lagi terdengar sesering dulu, itu adalah saat ini.

Saat aku membuatmu marah, kesal, kecewa dan terdiam. Saat-saat dimana begitu mudah aku menyepelekan perasaanmu dengan memberatkan ke labilanku. Memberatkan perasaanku dan melupakan perasaanmu. Tapi kau selalu terdiam dalam hati yang sebelumnya sempat tak kupahami.

Terkesan labil kah aku membuat postingan ini untukmu ?

Tidak begitu jauh aku pergi darimu. Tapi kusadari sangat bagaimana semua hal tanpamu terjadi, seperti saat ini.

Waktu ini sungguh singkat, Akupun sudah sangat merasa dan menyadari bahwa tanpamu tak pernah ada kesempurnaan dari segala sisi kehidupan. Itu sebabnya kau selalu tak pernah bisa tergambarkan.

Selalu berhenti dihati. Tempat dimana aku merinduimu, menaruh rasa sesal bahwa sering kali selama aku sempat melihatmu setiap hari, tidak seperti saat ini. Aku seringkali memberatkan perasaanku. Tempat dimana sejak hari itu, meninggalkan rumah dan lebih memperbanyak waktu jauh darimu adalah cinta dan waktu untuk lebih memberatkan perasaanmu.

Kini, aku merasa waktu selalu lambat. Inginku percepat hari dimana aku bisa pulang dan menemuimu. Menebus, mengganti hari hari yang dimana saat aku sibuk dengan duniaku sendiri, engkau berada sangat di dekatku.

Kau adalah gambaran terindah yang tak pernah sekalipun bisa dilukiskan oleh siapapun.

Kini waktu berjalan cepat, ingin aku putar temponya agar menjadi lambat tak mudah berganti dengan hari esok saat aku bersamamu. Tapi akupun juga ingin mempercepat waktu saat dimana aku tak ada bersamamu.

Aku selalu ingin membuatmu merasa menjadi ibu paling sempurna dimata semuanya. Tapi aku sadar dengan apa yang kau miliki, seperti diri ini yang tidak membuatmu menjadi sempurna. Belum sempat memberikan apapun. Banyak menorehkan kekesalan bahkan kekecewaan.

Tak pernah bisa menggambarkan dan digambarkan.

Perasaan tentangmu selalu berhenti dihati.

Kau adalah orang paling sempurna, sosok romantis yang pernah ada.

Jika suratmu datang dijaman yang sudah modern ini. Perasaan itu selalu berhenti di hati dan berbuah linangan di sudut mata yang selalu penuh harap akan ada waktu dimana semua doa tentangmu menjadi nyata. :’)

ibu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s