Bulan-Bulan Hujan


Kusambut bulan-bula hujan dengan rasa syukur. Aku sangat menantikan dan menyukai datangnya bulan-bulan hujan seperti sekarang ini. Alhamdulillah, aku bisa menemuinya di tahun ini. Sebenernya tidak ada yang special sih, tapi entah kenapa bulan-bulan seperti ini tuh pas banget dijadikan sebagai pentup akhir tahun. Dan entah kenapa selalu ngerasa senang tanpa alasan dengan bulan-bulan hujan seperti sekarang ini. Dari dulu hingga saat ini tetap tidak bisa menggambarkan kenapa begitu menyukai akhir tahun dengan datangnya hujan.

Tapi di sisi lain aku memahami perasaanku bahwa setiap hujan turun, hati dan rasa ini begitu rindu dan menginginkan kedekatan, kebersamaan bersama orang-orang tercinta yang sempat pernah terjadi dan kini ingin terulang kembali, selalu seperti itu ! diakhir tahun mengingatkan moment-moment lalu yang dilewati bersama orang-orang terdekat dan kini menjadi sosok yang dirindukan untuk kembali dapat mengulangnya bersama keluarga, saudara, sahabat, teman dan orang yang pernah hadir menuai corak indah di kehidupanku.

Hari senin 17 November 2014, mulai kembali keperaduan, sebagai seorang pemudi yang menlanjutkan studinya dari pinggiran kota, kepinggiran kota hehe. Hari itu aku mencob berangkat sendiri dengan angkutan umum. Biasanya aku nebeng sahabatku Gita, tapi kali ini entah perasaan lebih ingin ngangkot saja.  Dan setelah berhasil naik angkutan umum yang rutenya sama dan sejalan seperti pas waktu berangkat sekolah dulu ke SMK hmmmmm kangen banget ! ingat sekali saat-saat SMK dulu, dimana kelas 10 semester 1 selalu saja telat, telat dan telat. Dan selalu saja aku salahkan angkot yang kurang cepat membawaku sampai sekolah tepat waktu, padahal itu cuman argument yang sama sekali ngga bener. Dan lagi pagi itu dalam keadaan mendung, maklumlah pagi-pagi mendung namanya juga musim penghujan. Sepeti ini jadinya flash back tentang kenangan-kenangan dimana semua itu menjadi hal yang cukup dirindukan, apalgi pas lagi hujan-hujan gini.

Main volly sambil hujan-hujanan, Cerita bareng temen-temen sambil nungguin hujan reda di depan kelas yang langsung menatap luas langit dan lapangan.  Sampai yang ngeliat temen-temen yang juga sama nungguin hujan reda tapi mereka lagi ditemenin pacarnya , jadi lucu gitu ngeliat orang pacaran nungguin hujan. Yang sini nungguin hujan sendiri. Ehh ngga juga sih biasanya nungguin dijemput sepupu yang sekalian pulang kerja.

Dan pagi di hari senin itu aku lewat SMKN 2 hehehe

Tapi cuman mendung, coba kalau hujan pasti flash backnya makin seru makin mendalami hahaha.

“Saat itulah, dan tiap lewat depan SMKN 2 entah pas pulang ke rumah atau mau balik ke kost, ada harapan untuk sesuatu :’).”

Di bawah langit bersama nada hujan – Notojoyo
16.34

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s