Brain Washing Apa Refreshing


Jam pertama ada mata kuliahnya Bu Rahma Reading I. Mulai menata semangat untuk hari itu.

“Beliau tidak dapat hadir dikarenakan beliau sedang sakit.” Tutur salah seorang pemuda yang konon katanya berasal dari daerah yang paling jauh Papua.  Dia adalah ketua tingkat kelasku.

Ramai heboh sendiri merasakan kebebasan diantara kebebasan seperti yang mereka bilang. Tapi tiba-tiba teringat bahwa jam selanjutnya ada matakuliah Pak Bayu Structure I. Awalnya pupuslah harapan anak bangsa hehe, tapi segala sesuatunya kami percaya semua akan indah pada waktunya !

“Pak Bayu tidak bisa hadir menemani  kalian belajar dikarenakan, saya harus mengantar dan mendampingi para kakak tingkat kalian yang hendak berangkat magang 2 kesekolah-sekolah.” Terang beliau dengan pesonanya yang luar dalam bikin nyaman hihihi

Luntang lantung lah kita setelah sehari kemarin selesai UTS, rasanya memang agak belum siap menerima jejalan mata kuliah sebelum adanya brain wash (refresing) hihi. Kalau dipikir-pikir cuaca sangat mendukung, tidak menunjukkan bau-bau akan segera turun hujan. Mulai lah aku dan teman-teman merencakanan sesuatu yang berbentuk siasat untuk menyiasati hari nganggur dan kalau sampai benar-benar dianggurin akan jadi hari ngebosenin. Setelah rembukan dan bermusyawarah bak konferensi meja bunda, kami tetap bingung mutusin setelah ini mau kemana. Karena rasanya ngga asik kalau setelah ini pulang ke kost masing-masing, boleh lah sekali-kali selama tengah  semester 1 ini kita brain washing hihi hehe hoho refreshing maksutnya😀.

Masih dalam kebingungan yang mendera sekelompok mahasiswa bahasa inggris yang terkadang dengan spontan kehilangan kesadaran seperti heri (heboh sendiri) ketika menemukan atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak harus dengan ekspresi yang mmm hnggg. Berjalan menyusuri jalan kampus yang bergelombang dan suatu ketika terhentilah kami dikarenakan, Fadila bertemu sama someone else. Kami tunggulah dia berngobrol ria #diemperan duduk di samping Helipad. Naaah, yang lainnya juga pada ikut nimbrung tapi berjarak 5 jengkal tangan lah. Awalnya kami mengira hanya bertemu biasa, jadilah kami tunggu. Dan ternyata waktu menunjukka hampir setengah jam dia ngobrol dengan sang someone else itu.

Setelah udahan dan akhirnya sadar kalau kami berdua nungguin dia, jadilah kami berangkat ke parkiran buat langsung keluar dari kampus, dan dengan spontan si Cintya memutuskan untuk kami pergi brain washing hehehe ke Alun-alun Batu tetereteretetrettttttt.

Sesampainya disana sekitaran jam 11 dan kami putuskan untuk makan. Makan ?? ditengah-tengah kebingungan akan dompet yang semakin meraung-raung. Kami berniat mencari warung atau tempat makan yang, murah, dipinggiran, enak juga. Dan itu sekejap secara background inshaAllah memenuhi kriteria dan setelah 2x mondar mandir Warung tersebutlah yang memenangkan hati kami dalam persaingan sengit mencari warung makan berkriteria.

Ini nih yang bikin kita bahagia dan berhasil merefresh juga membrain wash pikiran kita tapi juga bikin nyesek juga nih kejadian hari itu. Niatnya sih cari tempat makan yang hemat istilah lainnya murah enak dan efisien lah. Nemulah kita, dipinggir jalan itu tadi sekitaran WSS Alun-alun batu, deket-deket situlah. Warungnya kecil, masuk gitu. Sekilas kalau dilihat, makanan yang dijual di warung itu cuman sedikit. After all ternyata engga, ada beberapa menu masakan lain yang dijual disitu. Dan walhasil semua itu bukan masalah, yang penting bisa makan, enak kenyang,  halal😀

Aku bingung mau pesen apa, akhirnya si Aprin pesen pecel, si Fadila pesen soto, si Cintya dan aku lalapan ayam “Ngga Pake Embel Embel Lain” !

Alhamdulillah makanan siap disajikan, dan fokuslah kami untuk menyantap makanan yang kami pesan masing-masing. Alhamdulillah Enak ayamnya juga lembut, entah kenapa ngga kepikiran yang aneh-aneh pokonya udah enak aja. Engga sempat kepikiran juga ini ayam ayam kampung apa ayam poting ? abisnya di daftar dituliskan lalapan ayam aja “ngga pake embel-emebe lain.”

Makanan habis dan kenyang, Alhamdulillah……………………….

Saatnya bayar ! Ini nih moment yang pengen di skip hehe #kidding ya dosa udah makan ngga bayar.

“Pecel sama minum pak ?.”

“12.000 mbak.”

“Soto sama minum pak?.”

“13.000 mbak.”

“Lalapan ayam sama minum pak ?.”

“23.000.”

——————

————————

“Ehehe sebentar ya pak.” Setelah ngambil dan ngasihin uang buat bayar itu makanan aku langsung cepet-cepet keluar. Giliran si Cintya

“Lalapan ayam sama minum pak ?.”

“23.000 mbak.”

“Berapa pak ?.”

“23.000 mbak.”

———————- Hening tapi langsung sadar. Pantes segitu, mungkin yang empuk yang enak tadi ayam kampung, dan seandainya kalau waktu boleh berputar kembali dan kita berdua tahu bahwa itu lalapan ayam kampung, mungkin kita akan lebih memilih beli pecel atau sotonya.

Bukan apa-apa tapi hari-hari itu uang kita sudah pada menipis, maklumlah anak kos apa-apa diperhitungkan.

Selesai sudah, pas ngeliat dompet -_____-

Selesai jugaaaa😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s