Nikmat-Nyalah Yang Selalu Menyempurnakan


20141105_160704

Tidak ada yang sempurna sebulat bulan purnama, seterang matahari, segelap malam tak berbintang, itulah gambaran hidup. Disisi lain ada sesuatu yang mungkin kita biasa sebut ‘kekurangan’. Iya ialah sesuatu yang membuat sesuatu tidak sempurna adanya. Ia terletak di dunia di kehidupan semua manusia. Itu sebabnya tidak ada makhluk yang sempurna, tidak ada kehidupan yang sempurna melainkan kehidupan setelah di dunia.

Bayangkan, Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam mengarungi kehidupan tidak sesempurna yang kita bayangkan, walaupun beliau adalah kekasih Allah Subhanahu wa ta’alaa.. Banyak sekali rintangan yang beliau Nabi alami. Dari sejak di dalam kandungan, beliau Nabi sudah menjadi yatim, hingga setelah lahir kemudian ditinggal sang Ibunda Siti Aminah. Beliau menjadi yatim piatu sejak kecil. Menjadi seorang penggembala muda dengan kehidupan yang tidak kaya dan tumbuh menjadi pemuda yang jujur, arif nan bijaksana hingga memiliki tugas yang tak dianggapnya sebagai beban hidup, melainkan tanggung jawab hidupnya di depan Allah Subhanahu wa ta’alaa. Dengan berdakwah fii sabilillah membawa nama Allah Subhanahu wa ta’ala dan Agama tercinta kita, beliau Nabi lebih mendapati banyak ujian baik dari kaum kafir Quraisy, para saudara dan pamannya yang memusuhi, para kaum kafir yahudi dan orang-orang yang tak menyukainya hingga berbuat hina kepada beliau.

Perang demi perang beliau lewati, dengan prinsip “Bukan untuk membunuh lawan melainkan membela islam dan mempertahankan diri dari serangan.” Sungguh mulia dengan berbagai rintangan, juga disaat yang sama paman beliau Nabi yang sangat dekat dengan beliau Abu Thalib dipanggil Allah Subhanallahu wa ta’ala berbarengan dengan Sayyidatina Khadijah yang juga meninggal dunia, cobaan tersebut sangat membuat beliau Nabi terpukul. Namun, lagi lagi kesabaran dan keikhlasan daripada takdir dan ketentuan-Nya lah yang membuat beliau Nabi tetap tabah dan menerima semua dengan ikhlas dan berserah diri kepada-Nya.

Tidak hanya itu, hampir dibunuh, dicemooh, dicaci-maki, diludahi bahkan dilempari dengan kotoran hewan pun beliau Nabi tak pernah barang sedikitpun mengeluh sosoknya yang nyaris sempurna tapi kehidupan yang tidak sempurna mengiringi dengan berbagai ujian, dan beliau tetap berdakwah di jalan Allah Subhanahu wa ta’ala sekalipun secara manusiawi, beliau seringkali menerima perlakuan yang tidak manusiawi, tapi beliau selalu dan selalu membalasnya memanusiakan manusia dengan baik dan berhati-hati dalam menghargai, Subhanallah.

Dan tiada tempat berlindung dan kembali dalam rangka menguatkan hati selain kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

“Hasbunallah wani’mal wakiil.”

Sahabat Ibnu ‘Abbas, berkata bahwa “hasbunallah wa ni’mal wakiil” adalah perkataan Nabi ‘Ibrahim ‘alaihis salaam ketika beliau ingin dilempar ke api. Sedangkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata dalam hadistnya,

“Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (HR. Bukhari no. 4563)

“Kehidupanlah yang tidak sempurna.” 

Meski begitu Allah Subhanallahu wa ta’alaa selalu mencukupi kita dengan, kebaikan, kemudahan, keberkahan dalam hidup. Mungkin dunia memang tidak sempurna, Tapi nikmat-Nyalah yang selalu menyempurnakan.

———————————————————————-

Begitupun apa yang ada dan terjadi dalam kehidupan kita, banyak sekali ketidak sempurnaan yang ada pada kehidupan maupun pada diri kita sendiri. “Ya namanya manusia, tempatnya salah juga ngga sempurna !.” kalimat yang biasa dijadikan semboyan membela diri apabila melakukan kesalahan, memang benar juga bahwa tidak ada manusia yang ada dalam kebaikan dan kebenaran 100%. Untuk itu sebagai sesama manusia yang seharusnya paham akan hal itu, dan tetap saling menghargai.

Aku tahu, dan mulai bisa belajar memahami dengan baik, bahwa segala sesuatu yang ada pada diri kita, yang lakukan tidak bisa mudah diterima oleh semua orang. Iya !! Tidak semua orang sejalan dengan maksut, tujuan dan pikiran kita. Pun kita juga tidak bisa memaksakan orang lain untuk setuju, suka dan sejalan dengan apa yang kita pikirkan, maksut baik tujuan kita dan juga apa yang kita lakukan.

Mustahil rasanya mengharapkan hal itu terjadi. Dimanapun nantinya dan apapun nantinya pasti selalu akan ada sesuatu yang pro dan kontra terhadap sesuatu itu, entah baik entah buruk. Semisal, sekalipun yang kita lakukan (menurut diri kita sudah baik) tapi belum tentu mereka menyukai dan sejalan dengan pikiran kita. Kembali kepada hukum alam, yang mana setiap pikiran maupun ide dan juga gagasan setiap orang adalah berbeda adanya. Dan terkadang apa yang dilakukan seseorang itu buruk atau tidak baik sekalipun masih ada pula yang membenarkannya.

Jadi beginilah indahnya hidup, dinamika hidup, dan realita hidup yang tidak monoton. Seperti ada siang juga ada malam, ada kebaikan juga ada keburukan, ada rasa suka ada pula rasa duka yang turut mendamping dalam segala didi kehidupan akan seperti itu terus. Namun, semua terjadi itu sesuai dengan waktunya sendiri-sendiri, soal waktu ? semua tergantung diri kita masing-masing. Bahwa apa yang kita lakukan, dan perjuangkan dalam usaha maupun do’a bagaimanapun bentuknya, seberapa besar dan kecil bentuknya, semua akan membuahkan hasil yang mana hasil juga merupakan rahasia dan otoritas Allah Subhanahu wa ta’ala yang memberikan segalanya dan yang juga memegang kendali akan porsi kita dalam menerima sesuatu apapun itu dalam hidup. Maka usahakan yang terbaik karena Allah hanya melihat hati seseorang tidak yang lain.

Lengkapilah segala usaha dan do’amu dengan percaya diri dan berbaik sangka (Husnudzon) kepada-Nya, karena…………

Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda : Allah subhanahu wata’ala berfirman : “Aku (akan memperlakukan hamba-Ku) sesuai dengan persangkaannya kepada-Ku” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Dan lagi,

Dari Abu Sufyan, dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu anhu berkata : tiga hari sebelum meninggalnya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, aku mendengar beliau bersabda : “ Janganlah seorang diantara kalian meninggal kecuali dia telah berbaik sangka kepada Allah “ (H.R. Muslim)

Tetap semangat dan berbesar hati dalam menjalani hidup yang tidak sempurna ini, karena kehidupan yang ada di dunia ini sejatinya adalah sebuah ujian untuk menguji kita dalam perjalanan menuju kehidupan yang baqa’ (kekal) nan abadi. Untuk itu bahwa dunia dan beserta kehidupannya ini berisi ketidak sempurnaan, jangan sampai diri yang tidak sempurna ini dipermainkan dalam ketidak sempurnaan yaitu ke fanaan dunia, hasut dan tipu daya kehidupan dunia.

“Bukan hidup dan bukan dunia jika tidak ada cobaan dan ujian di dalamnya. Bukan kepastian dan keaslian jika itu bukan kematian.”

Kuatkan niat, teguhkan hati, lapangkan dada, jernihkan pikiran, Memohon ampunan dan syukur di dalam do’a kepada-Nya Yang Maha Pemberi Kehidupan. Bahwasannya segala sesuatu tak luput dari pandangan-Nya. Sekalipun ada banyak mata yang tidak menyukai dan tidak sejalan dengan sesuatu yang pada garis agama kita adalah benar tapi Allah Subhanahu wa ta’ala Maha Melihat dan Maha Mengetahui apa-apa yang makhluknya tidak ketahui.

“Orang yang mampu melihat kebaikan, adalah orang yang merasakan kebaikan itu.” 

Wallahu ‘alam bisshowab….

Ruang Tamu Tercinta-Lawang, 15 November 2014
08.03

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s