Hadapi Kesedihan Dengan Cara Yang Berkelas


“Beginilah hidup, memilih sebuah pilihan. Bertahan dengan kesedihan atau lari dari kesedihan dan memilih kebahagiaan.”

Hidup dengan hati yang hidup adalah harapan setiap orang untuk dapat mengendalikan dunia dengan dirinya. Bukan dirinya yang dioperasikan oleh dunia. Terkadang, memilih sebuah plihan adalah pertentangan dan pertimbangan hati yang tidak mudah begitu saja diterima, karena dibalik ketidak mudahan itu ada banyak alasan dan musaba untuk memilih dan mempertimbangan suatu pilihan. Tapi tidakkah ALLAH SWT telah menunjukkan jalan dari kebingungan-kebingungan yang ada ?? dan memberikan hak untuk memilih? serta memberikan fasilitas-fasilitas untuk hembanya?

Ini menyesatkan apa yang Tuhan tidak memiliki panduan. Dialah Allah Yang memiliki Ahd menyesatkan

“… Barangsiapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada seorang pun dapat memberinya petunjuk. Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak seorang pun dapat menyesatkannya …. “(Qs. az-Zumar: 36-37).

Rasulullah shallallahu ‘r bersabda

Bekerja Setiap fasilitator untuk penciptaan

Beramallah kalian, karena setiap orang dimudahkan menuju tujuan ia diciptakan.”

Adapun yang memberi dan takut. Ketulusan dan bujuk rayu. Fsnasrh kiri

Adapun orang yang menafkahkan (hartanya di jalan Allah), bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga) maka kelak kami akan menyiapkan jalan yang mudah baginya . “(Qs. al-Lail: 5-7).

Dan setiap orang diberikan hak untuk dapat memilih pilihannya. Tentu pilihan yang baik adalah pilihan yang menentramkan hati dan memberikan efek positif pada individunya. Termasuk kehidupan, pada dasarnya disediakan dua pilihan yang sederhana namun sangat dalam, baik makna dan realisasinya. Pilihan tersebut adalah, Memilih bahagia atau memilih terkungkung dalam kesedihan ?

Jika ditanya kepada setiap orang yang mengalami kesedihan, pastilah ia menjawab ia pun tak mau merasa seperti itu. Dan ALLAH SWT memiliki obat paling ampuh untuk mewujudkan ketidak maunnya dalam kungkungan kesedihan tersebut. Sebenarnya berbicara tentang kesedihan, setiap orang pasti pernah merasakan sedih atau mengalami kesedihan. Namun kesedihan itu sendiri memiliki keterbatasan, baik kebahagiaan seseorang juga ada batasan-batasan di dalam mengekspresikan. Kenapa?

Karena, segala sesuatunya yang berlebihan tidak lah baik. Baik terlalu sedih maupun terlalu bahagia, Allah menyukai sesuatu yang seimbang dan selaras. Berjalan beriringan tanpa berat sebelah, mengekspresikan kesedihan dan kebahagiaan yang berlebih juga merupakan sesuatu yang kurang baik.

La Tahzan InnaLLaha Arti (QS.At-Taubah: 40)

Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita . “(QS.At-Taubah: 40)

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (darjatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS.Ali ‘Imran:139)

Di dalam ayat-ayat tersebut ALLAH SWT melarang kita untuk bersedih, bertahan dalam kesedihan yang berlarut-larut dan menikmati kesedihan itu sendiri. Kesedihan adalah hal yang lazim juga merupakan kebutuhan manusia namun dalam konteks “Yang mana kesedihan adalah alat untuk kita lebih dekat dengan ALLAH SWT. Dan bermuhasabah (Introspeksi) diri.” Dan di dalam ayat tersebut Allah SWT memberikan balasan bagi orang-orang yang sabar karena dengan sabar orang itu memiliki iman di dalam dirinya dan ALLAH SWT memberikan balasan dengan meninggikan derajat bagi mereka yang menerima kesedihan karena suatu musibah dengan kesabaran dan iman di dalamnya.

Kesedihan itu sendiri banyak faktor yang ada dibelakangnya, seperti rasa kecewa, sakit hati, amarah, emosi dan segala sesuatu yang tidak bisa diterima oleh hati, yang saat ini booming dengan kata “GALAU”.

Perasaan sedih telah dialami semua kalangan, dari bayi sampai dengan orang tua. Bagaimana dengan bayi yang merasakan kesedihan? Bayi merasa sedih dengan menangis ketika ia haus dan membutuhkan ASI atau biasanya popok yang sudah basah dan harus diganti karena si bayi tersebut tidak nyaman. Hampir sama dengan balita dan anak-anak dengan menangis untuk mengungkapkan kesedihan dan mendapat perhatian orang tentang perasaan yang mereka alami.

Meningkat lagi, cara seorang remaja mengekpresikan kesedihannya, ada beberapa versi. Terkadang si remaja itu mengekspersikannya dengan diam dan menyendiri (biasanya dia termasuk remaja yang tertutup) ada juga yang mengeksperikannya melalui cerita dan tangisan seperti halnya balita dan bayi, namun mereka lebih bisa mengontrol dirinya dan lebih memiliki kemampuan untuk berbagi dengan berkomunikasi dengan temannya.

Lebih tinggi tingkatannya adalah bagaimana orang dewasa mengekspresikan kesedihannya ? kembali kepada hukum alam, bahwa tidak semua orang itu sama dalam mengekspresikan perasaannya. Tapi orang dewasa lebih memiliki sesuatu yang berbeda dalam mengetasi dan mengekspresikaan kesedihan. Yaitu “Menghadapi kesedihan dengan cara yang berkelas.”

Bagaimana jika kesedihan menimpa ?

Bukankah, semua jawaban itu sudah ada di Al-Qur’anul Kariim ?

Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar Ra’d:28)

Di dalam Qur’an Surah Ar-Ra’d ayat 28 bahwa dengan mengingat ALLAH SWT (berdzikir) hati menjadi tenteram yang berarti tidak ada kesedihan di dalamnya. Untuk itu ketika kesedihan kekecewaan atau sesuatu yang mengundang kesedihan hati sedang menghampiri, hendaklah menghadapi dengan cara yang berkelas, yaitu dengan mengingat ALLAH SWT. Jangan biarkan kesedihan itu berlama-lama menguasai hati seorang muslim dan muslimah karena di dalamnya ada kemudahan bagi syeitan memasuki celah-celah yang mana kita tidak menyadarinya.

Adapun Hadist yang memberikan perluasan dan melapangkan hati yang sedang tertimpa musibah, sakit maupun kesedihan.

Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya “.

(HR. Bukhari NX. NX 5660 di Mekkah. 2571).

Tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan sampai duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus sebagian dari kesalahan-kesalahannya “. (HR. Bukhari no. 5641).

Tetaplah bersabar, dalam menghadapi sesuatu yang terjadi dan menimpa diri. Segala sesuatunya telah berputar pada porosnya. Dan setiap lintasan pada poros tersebut tidak semuanya memiliki sisi yang mulus dan kasar. Tetap usahakan yang terbaik untuk setiap hal di dalam kesempatan (hidup) ini. Sertakan ALLAH SWT dalam perputaran poros kehidupanmu.

Dan perlu kita tahu, bahwa akan hadir kemudahan-kemudahan setelah kesusahan atau kesedihan jika rasa syukur dan ikhtiar menemani hati yang berjuang di dalam kesedihan.

“Bahwa sesungguhnya tiap-tiap kesukarandisertai kemudahan.” (QS. Al-Insyirah:6)

“Hidup adalah bagaimana memilih dan membuktikan (pilihan).”

Semoga ALLAH SWT membimbing diri ini, merahmati dan memberkahi perjalanan hidup ini dan mensabarkan hati ini dalam setiap perjalanan hidup dan menyertai pilihan yang kita ambil untuk dibimbingnya menjadi seorang insan yang lebih baik lagi.

WaLLahu a’lam bisshowab…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s