Perjuanganku Telah Dimulai


Angin malam berhembus kencang dan terasa dingin menembus kulit dan kencang berarah ke utara. Memang sudah biasa buatku di kampung tercinta ini adalah letak dari kaki gunung Arjuna yang memiliki hawa dingin, terkadang sangat menusuk. Malam itu ditemani Ibu, aku bertandang ke rumah Budhe dan Pakdhe yang jaraknya sekitara 100 m dari rumahku, dengan niat bersilaturahmi seperti biasa sekaligus berpamitan hendak bertolak ke kota untuk melanjutkan studiku di salah satu universitas swasta ternama di Malang. Iya…. aku adalah Maba tahun ini. Tak apalah, kapanpun dimanapun yang penting kuliah dan menuntut ilmu. Aku pun sangat bersyukur bisa diterima di PTS ternama dan terbagus se Indonesia Aamiin Ya Rabb🙂

Malam itu pula adalah malam terakhir tidur di kamar tercinta tempat dimana aku menghabiskan waktu saat sepi melanda. Sampai-sampai Ibu sering kesal terhadapku yang lebih banyak di kamar daripada diruangan yang lain. Tapi mau bagaimana lagi, tetap bagiku tempat ternyaman adalah ruanganku, kamarku.

Bersenda gurau bersama emak dan bapak (mereka adalah Budhe dan Pakdhe) yang merawatku sejak kecil… menggantikan Ibu saat beliau bekerja. Disana sudah seperti rumahku sendiri, dan kami bersenda gurau seperti biasanya. Emak yang ketika tertawa perutnya seperti badut naik turun tak beraturan. Lain dengan Bapak yang cara bicara dan logatnya masih terbawa khas orang Palopo. Sampai akhirnya jam pun menunjukkan pukul setengah 9 malam dan aku pun berpamitan dengan emak dan bapak untuk pamit pulang ke rumah.

********************************

Keesokan paginya, barang barang yang sudah kusiapkan segera aku kumpulkan di ruang tamu agar nanti tidak ada yang tertinggal ketka berangkat. Dan setelah Ibu pulang dari pasar sekitaran jam 2, aku pun mulai berangkat diantar oleh Ibu, kakak laki-lakiku dan adikku yang kebetulan baru pulang dari pondok. Mereka bertiga mengantarku menuju tempat tinggal dimana aku akan belajar di Universitas Muhammadiyah Malang selama 4 tahun kurang lebih. Karena keesokan harinya Pra Pesmaba atau bisa dibilang Pra Ospek sudah mulai dilaksanakan untuk menyiapakan kegiatan Ospek nantinya. Karena esok setengah enam kegiatan sudah dimulai, aku harus berangkat meninggalkan rumah sejak sore itu.

Setibanya disana, aku menempati satu kamar dengan temanku yang aku kenal karena dia adalah cucu dari teman ibuku, tapi aku dan dia berbeda jurusan. Aku di FKIP sedangkan dia FISIP. Kamarnya memang cukup asing bagiku karena memang bukan kamarku yang dimana menjadi tempat terindah ternyaman seperti kamarku di rumah, tapi tempatnya bersih nyaman, bagus dan ruangan yang lain juga cukup bersih. Alhamdulillah, kemudian kakakku membantuku membawa barang bawaanku masuk ke dalam ruanganku dan di bantu oleh Ibu dan adikku menata semuanya dari baju sampai alat-alat masak kecil-kecilan yang dibawakan oleh Ibu yang berarti aku memang nantinya akan masak untuk makan sehari-hari. Dan perjuangan pun telah dimulai😀

Ketika malam, sudah tanpa Ibu dan semua tentang rumah yang aku tinggalkan, memang sedikit membuatku merasa tidak yakin akan bertahan disana dalam kurun waktu sampai menyelesaikan studi yang aku ambil. Tapi dengan bekal Bismillah dan niat untuk menimba ilmu meninggalkan rumah dan kampung halaman pasti bisa dilakukan. Kembali aku terfokuskan pada acara Pra Pesmaba esok hari.

*******************************************

Sebelum subuh aku sudah bangun untuk memasak nasi sambil menunggu adzan subuh. Setelah itu mandi dan kemudian sholat subuh. Setelah sholat subuh, bertilawah sejenak dan kemudian memasak lauk untuk sarapan pagi hari sebelum berangkat ke acara Pra Pesmaba hari itu. Dan alhamdulillah tidak telat, sesampainya disana, semua maba yang sudah dibagi kelompoknya oleh para kakak senior yang menjadi panitia dalam kegiatan itu, mulai mengatur barisan dan mengungumkan bahwa para maba untuk segera kumpul di kelompoknya masing-masing. Aku kelompok 29🙂 Dan hari itu mulailah berkenalan dengan orang satu kelompokku yang nantinya 2 minggu kedepan aku akan menjalani kegiatan Pra Pesmaba dan Pesmaba bersama mereka menjadi sebuah keluarga. Beragam jurusan dari mereka, tapi kami yang berkumpul adalah satu fakultas.

Kegiatan hari pertama hingga hari terakhir adalah kegiatan yang berurutan, dari perkenalan masing-masing individu dalam suatu kelompok sekaligus pendamping senior yang mendampingi kita dalam 2 minggu kedepan. Kemudian hari kedua, mulai membuat yel-yel untuk perlombaan di Pesmaba dan juga jargon untuk kelompok masing-masing. Hari kedua, diteruskan dengan latihan yel-yel dan kegiatan  safari kampus atau pengenalan kampus. Kemudian hari ketiga dilanjutkan dengan membuat atribut dan aksesoris untuk Pesmaba juga seperti membuat tas, aksesoris atau hiasan di kepala dan juga hiasan-hiasan kecil lainnya. Hari keempat masih juga dilanjutkan dengan pembuatan atribut dan aksesoris dan hari ke lima latihan yel-yel beserta gerakan sampai hari terakhir minggu.

Minggu selanjutnya adalah kegiatan yang ditunggu-tunggu, yaitu Pesmaba Universitas dan juga fakultas yang dimana dilaksanakan sampai hari ke empat. Pembukaan atau opening dilaksanakan sangat pagi sekali di lapangan Helipad Kampus yang berjumlah sekitaran 7600 Maba lebih yang mengikuti Pesmaba pada tahun ini dan dibuka oleh wakil gurbenur Jatim. Tentunya dari kurang lebih 10 fakultas. Sungguh sangat luar biasa. Kemudian setelah opening kegiatan dilanjutkan di dome yang diisi oleh Bpk. Dien Syamsudin dan kemudian Ospek jurusan dilaksanakan di tempat yang berbeda yang telah disediakan dengan rangkaian kegiatan yang cukup seru menghibur dan tentu menguji kebersamaan baik antara kelompok dan semua maba sefakultas tersebut. Hingga pada hari penutupan yang ditutup oleh Bpk. Rektor yang berlangsung sangat mengharukan mengejutkan dan menyenangkan.

********************************

Hari-hari itu sangat mengasyikkan dimana itu dirasakan seumur hidup sekali ketika kita menginjakkan kaki untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi di perguruan tinggi. Alhamdulillahirobbil Alamiin, anugerah yang luarbiasa, Tiada yang lebih indah selain rencana dam Anugerah-Nya ketika Allah SWT memberikan kesempatan untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Karena belum tentu semua orang bisa melanjutkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi. Tetap Syukuri, brdo’alah dan usahakan untuk melakukan yang terbaik. maxresdefault
-Perjuangan Telah Dimulai-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s