Sertakan Allah Dalam Cinta


Untitled

Berbicara soal cinta tak ada habisnya, bahkan bermacam-macam rasanya. Karena cinta sejuta rasanya. Jika kita bertanya kepada seseorang apa yang dirasakan saat jatuh cinta pastilah tak cukup satu atau dua kata tapi berkata-kata dan berkalimat-kalimat, karena jatuh cinta berjuta-juta rasanya.

Adakah orang yang tidak pernah jatuh cinta ? sepertinya tidak ! karena jatuh cinta itu suatu perasaan hati yang lumrah dan fitrah sebagai makhluk hidup. Hadirnya tanpa permisi kemudian membuat bunga hati bagi dia yang jatuh cinta. Memang sulit digambarkan ketika seseorang sedang mengalami jatuh cinta. Mengalami jatuh cinta tak hanya kepada benda atau objek hidup. Jatuh cinta kepada objek atau benda matipun sering kali kita rasakan. Jadi mustahil ada orang yang tidak pernah jatuh cinta.

Cinta, berbicara tentang cinta tentu ada Tuannya ada sang Maha Cinta. Sang Maha Cinta itu adalah ALLAH SWT. Yang memiliki cinta dengan setulus-tulusnya, tentu cinta kepada para hamba-Nya. Cinta yang suci, dimana memang sifat ALLAH SWT adalah Al-Kudus. Karena ALLAH SWT mencintai hal-hal suci dan baik. Dan segala sesuatu yang ada pada diri kita, apa pula yang terjadi pada kehidupan kita, juga dengan takdir kita, Sang Maha Cinta lah sebagai Sutradara-Nya termasuk yang menghadirkan rasa Cinta kepada setiap hati hamba-Nya, tapi seringkali dilupakan kemurahan-Nya dan cinta-Nya saat kita mengalami yang namanya jatuh cinta, padahal ALLAH SWT. lah yang memberikan rasa disetiap hati manusia. Tapi yang sering kita ingat saat mengalami perasaan cinta adalah, Objek atau benda yang membuat kita merasa berbunga-bunga atau lawan jenis. Padahal darimanakah rasa itu berasal ? siapa yang menghadirkan perasaan itu ? DIAlah Sang Maha Cinta yang memberikan rasa yang begitu indah para hamba-Nya. Subhanallah……

Dengan hadirnya rasa atau perasaan cinta, merupakan suatu hal yang membuat kita agar ingat terhadap Sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan meningkatkan rasa syukur atas suka cita perasaan yang DIA tanamkan pada hati kita. Hadirnya pun tak dapat diduga, karena segala sesuatunya di langit dan di bumi ini penuh misteri Ilahi untuk menjadikan kita agar tidak terlena dan berlarut-larut dalam kesedihan. Karena soal cinta adalah misteri, dan soal perubahan adalah rencana-Nya sebagai Penguasa yang mengambil alih setiap jalan kehidupan semua makhluk.

“Sekata demi kata, sekalimat demi kalimat, sebait demi bait telah mewakili perasaan cinta tulusku padanya !.” Padahal kita tak pernah tahu sedetik demi detik, semenit demi menit perasaan cinta akan berubah menjadi sebaliknya atau bahkan kebencian yang selama ini tertanam kemudian dicabut dan diganti dengan rasa cinta yang penuh misteri. Itulah cinta tak ada penolakan dan pemaksaan dalam sebuah rasa cinta, pada setiap diri yang merasakannya. Karena rasa cinta letaknya dihati yang hanya ALLAH lah yang mengaturnya. Untuk itu, janganlah terus menyesali segala apa yang terjadi dalam perjalanan hidup, karena medannya sudah menjadi tulisan takdir untuk kita. Dan setiap hamba memiliki buku harian, yang mana sudah bersiap dan tertulis. Berbeda dengan buku harian yang kita buat, menjalani dan mengalami dahulu kemudian menulis apa yang terjadi hari demi hari yang telah terjadi pada perjalanan hari-hari kita.

Jangan gundah jangan khhawatir soal cinta, karena cinta tidak untuk di khawatirkan. Kehadirannya adalah untuk dinikmati dan disyukuri serta dijaga dengan sepenuh hati, dengan mensyukurinyalah termasuk menjaga cinta atas nama cinta. Karena dengan bersyukur berarti kita mengingat Sang Maha Cinta.

Jangan sedih jangan kecewa soal cinta, jika cinta datang dan pergi semudah mendung berganti panas, karna hanya ALLAH lah yang tahu apa yang terbaik untuk kita yang membuat diri kita akan menjadi lebih baik dengan semua keputusan-Nya. Dia hanyalah seorang hamba seperti kita yang sama memiliki perjalanan yang telah tertulis dan dipersiapkan dengan baik.

Jangan marah jangan dendam soal cinta yang kemudian pergi sebelum kehalalannya menjadi 100% dihadapan ALLAH. Karena cinta yang bertahan dan bersemayam atas keridhoan-Nya akan lebih langgeng dan menjadi sebuah cinta penuh ketenangan bukan penuh kebimbangan, kekhawatiran dan penuh rasa bersalah.

Jangan ragu jangan bimbang soal cinta yang belum halal, karena tentu kita menginginkan hal baik dan terbaik bagi diri kita dan teman hidup kita. Awalilah dengan kebaikan dan kebenaran maka tentu kita akan mendapatkan yang baik dan yang benar sesuai dengan apa yang kita pilih, memilih awal yang benar. Karena Janji ALLAH tak pernah khianat tak pernah salah tak pernah dusta. ALLAH sudah memberikan janji-Nya, apakah kita akan tetap memilih janji hamba-Nya yang bisa saja berubah setiap saat. Bukankah kita ingin kepastian dalam hidup ? hidup tidak berulang, dan kepastian itu milik ALLAH, bergantunglah pada-Nya, berharaplah hanya pada-Nya karena kebaikan dan rencana-Nya lah yang pasti. Untuk menanti kepastian itu berusahalah mempersiapkan diri sebaik mungkin, sebaik yang ALLAH sudah siapkan untuk kita.

Jangan risaukan soal cinta, akan datang dan menjadi indah saat waktunya sudah tepat. Tak perlu mencoba, soal cinta tidak untuk dicoba-coba. Karena dengan mencoba berarti siap untuk gagal dan mencoba kembali dengan yang lain. Karena dengan mencoba sama berarti meraba-raba kepastian yang sudah pasti akan hadir nantinya. Cinta hanya perlu waktu untuk datang ketika tiap tiap diri telah siap menerima cinta yang datang. Tuhan sudah mempersiapkan segalanya, kapan, dimana, siapa dan bagaimana. Lantas kenapa harus membuat kelelahan dengan jatuh bangun gara-gara mencoba cinta dengan alasan mencari yang terbaik dan kemudian meninggalkannya dengan alasan sudah tidak adanya lagi kecocokan. Sungguh menyedihkan, jika kata cinta dan keromantisan sudah terumbar dan seolah-olah dunia iri akan kebersamaan mereka tapi hanya karena beberapa hal, mereka tidak lagi bersama dengan alasan sudah tidak ada lagi kecocokan diantara mereka. Kalau sudah seperti itu siapa yang mau disalahkan ? menorehkan kenangan buruk, terlebih lagi dosa atas ketidak halalanya suatu hubungan.

Jika sudah seperti itu, apakah masih ingin menjelajahi hati ke hati demi mencari cinta yang sesuai dengan kehendak kita dan cocok dengan hasrat serta kemauan kita ?. Kita tidak hanya sekedar tahu kata ‘Tidak ada manusia yang sempurna’ kita pun harus mengerti dan memahami kata-kata itu dan jika kita masih mempertahankan untuk selalu mencari yang sesuai dengan kehendak dan impian yang memimpikan sosok yang ideal, kita tidak akan menemukannya. ‘Cocok dengan hasrat dan kemauan kita’, Jodoh dan calon pasangan kita bak puzzle yang akan mengisi kekurangan kita dan menerima kita apa adanya. Kalau sudah jodoh jika dipandang dengan mata manusia walaupun tidak cocok, tapi ALLAH sudah menjodohkannya, memasangkannya dan mempersatukannya. ALLAH yang tahu siapa dengan siapa yang akan cocok. Percaya dan serahkan takdir tentang jodoh kepada-Nya yang Maha Tahu tujuan dan tiap-tiap hati manusia.

Jodoh adalah cerminan diri, yang baik akan dipasangkan dengan yang baik. Begitupun dengan sebaliknya. Risauhnya hati adalah gangguan setan yang membuat kita ragu akan janji ALLAH, jangan mudah tergoda biarlah ALLAH yang mengambil alih hatimu dan ditautkan kepada hati yang ALLAH kehendaki.”

Tentu jika tidak di bumi ALLAH pastilah di surganya ALLAH. Cinta dan hati tidak akan habis sesuai dengan berjalannya waktu seperti masa kadaluwarsanya barang, karena ia memiliki waktu yang tepat untuk hadir dan terpelihara dengan indahnya lalu kemudian menempati hati yang sesuai, ketika waktunya telah tiba. Itulah cinta yang suci yang Tuhan ridhoi untuk bersemayam indah dihati para hamba-Nya.

Seperti kisah tauladan penyejuk hati para penanti cinta dari ALLAH SWT. Ialah tidak lain Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhum dengan sang kekasih penyejuk hati, wanita tersuci dambaan para lelaki Shalih yaitu Fathimah Az-Zahra Radhiyallahu ‘anhum. Tidakkah luarbiasa kisah dua hamba ALLAH yang saling mencintai dalam diam, sampai-sampai tak ada yang tahu bahwa keduanya saling mencintai bahkan setan pun tidak mengetahui perasaan suci antara mereka. Hanya ALLAH dan masing-masing dari mereka lah yang mengetahui  perasaan yang mendalam hingga ALLAH benar-benar menentukan waktu untuk mereka bersatu menjadi sebuah lambang cinta suci.

Tidak memandang harta, tahta dan status. Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhum adalah seorang pemuda yang tidak kaya juga tidak memiliki apapun yang beliau persembahkan untuk kekasih hatinya, beliau hanya mempunyai rumah yang beliau tinggali dan kemudian beliau sumbangkan untuk kepentingan perang. Namun kesucian cinta dan percaya akan janji ALLAH lah yang membuat bersatunya cinta mereka tanpa ada rasa kurangnya harta dan status kehidupan mereka. Hanya ketakwaan dan rasa syukur lah yang mereka persembahkan atas apa yang ALLAH berikan dalam kehidupan mereka. Karena dengan cinta ibadah terasa lebih indah dari apapun, do’a menjadi ketulusan yang sangat berharga dan kesucian cinta membuat ALLAH SWT merestui dan menurunkan karunia terhadap segala sesuatu yang kehendaki kebaikan dan kesuciannya.

Jika dia adalah jodoh kita, yang akan menemani kita berjuang menuju surga-Nya maka ALLAH akan mempermudah segala urusan demi jalan bersatunya suatu hubungan yang halal. Bagaimana pun sulitnya perjalanan pastilah ada jalan untuk kembali dipertemukan. Dan raihlah cinta yang ALLAH kehendaki, maka segalanya akan dipermudah dan diberikan yang terbaik atas usaha yang terbaik.

Soal cinta yang tak kunjung datang hingga mendambakannya begitu sangat, adalah cara ALLAH menguji kesabaran kita dan rindu akan kedekatan kita dengan-Nya. ALLAH inginkan diri kita berubah jauh lebih baik dari sebelumnya, lebih siap dari sebelumnya. DIA selalu menghadirkan sesuatu yang tepat pada waktunya, yang kita terima sesuai kemampuan dan porsi kita menerima. Kelebihan maupun kekurangan porsi termasuk akan menjadi ujian bagi kita nantinya. Tetap berhusnudzon pada-Nya, kepastiannya akan menghapus rasa bimbang dan kekecewaan.

Kita tidak pernah tahu maksut datangnya cinta, yang kita tahu sebagai manusia tujuan cinta adalah mendamaikan asah dan membina bahtera yang bahagia. Menggapai ridho dan jalan menuju Jannah Sang Maha Kuasa. Jika datangnya cinta acap kali membosankan asah dirundung gelisah berselimutkan luka, untuk apa merasa dan terus menyapa pahit yang mengeringkan jiwa.”

Soal cinta datangnya dari berbagai penjuru. Termasuk dari hal baik maupun hal buruk. Namun semua itu mudah untuk diartikan dan dibedakan, dalam mengambil cinta dan menjemput cinta yang telah datang. Dan kesemuanya tak dapat dijadwalkan dan diberhentikan keberadaannya. ALLAH SWT akan menghadirkan cinta yang baik dengan cara yang baik dan untuk tokoh yang baik pula. Semua itu dapat kita harapkan melalui do’a dan kita raih melalui usaha dan ikhtiar. Bila kita berusaha melakukan hal baik kepada seseorang dan kemudian orang itu tidak menanggapi atau bahkan mengharagai usaha kita lain dengan Ar-Rahman dan Ar-Rahiim yang akan memberikan kebaikan tanpa pandang bulu, memberikan kasih dengan Kemurahan  dan cinta-Nya tanpa pilih kasih, Maha Melihat dan Maha Mengatahui apa yang dilakukan tiap-tiap hamba-Nya, bagaimana cara melakukannya dan tingkat tulus ikhlasnya.

Saat kita menerima persoalan cinta yang kurang sependapat dengan hati, perasaan dan cara berfikirkita, dengan itulah kita mendapat pelajaran baru untuk berusaha mencari penyelesaian dan menjadikan hati dan pemikiran kita menjadi lebih dewasa dalam menghadapi persoalan. Sebenarnya persoalan itu tidak hanya dari cinta, tapi juga dari berbagai aspek kehidupan. Tapi, kerap kali persoalan cinta menjadi pemenang pengendali hati dan perasaan bagi kita. Sehingga membuat kebanyakan orang yang mengalami persoalan ini memfokuskan diri pada hal aneh yang disebut cinta. Apalagi tipe-tipe pribadi yang peka dan perasa, hatinya mudah tersentuh oleh semua hal, sehingga sulit untuk tidak memikirkan persoalan yang berupa cinta jika ia mengalami sebuah persoalan di dalamnya, karena hatinya begitu perasa. Berbeda dengan tipe-tipe orang yang lebih menggunakan logika sebagai pertimbangan dalam menyikapi sebuah masalah terutama masalah cinta yang sedang dibahas. Tipe yang seperti itu tidak akan mencurahkan segenap fikirannya untuk memikirkan masalah dan persoalan cinta hingga begitu mendalam. Namun tak bisa dipungkiri bahwa persoalan asmara memang menduduki ratting tertinggi bagi kebanyakan orang untuk mengambil pusat perhatian hati maupun fikiran.

Untuk mengatasi hal tersebut, jalan satu-satunya adalah kembali kepada ALLAH SWT seperti yang dikutip dari buku “JODOH CINTA” karya Kinoysan. Disanalah kita akan mendapatkan jalan yang kita butuhkan dan tentu yang terbaik bagi kita. Terkadang manusia lupa dengan kesenangan yang ALLAH berikan seolah-olah lupa dengan siapa yang memberi perasaan senang itu. Namun saat susah dan dirundung kesedihan akibat masalah yang dialami, manusia begitu cepat kembali kepada Tuhan. Darisitulah kita seharusnya selalu sadar bahwa siapa kita ? dan betapa kecil dan lemahnya kita dihadapan ALLAH serta tak ada satupun dari kita untuk kita sombongkan, dan lalai atas segala nikmat yang ALLAH berikan. Keputusan dan rencana manusia dapat diubah-ubah sesuai kesenanganya, tapi tetap saja keputusan dan rencana-Nya lah yang menjadi keputusan dan rencana yang terbaik.

Jika cinta memang aneh, seharusnya kita banyak bersyukur belajar dari hal aneh tersebut. Jika cinta memang rumit, kerumitanlah yang membuat pikiran demi pikiran terbuka untuk menemukan jalan keluar dan memberikan pelajaran untuk menjadi lebih dewasa.”

One thought on “Sertakan Allah Dalam Cinta

  1. Sederhanalah dalam mencintai seseorang.
    Janganlah cintamu berlebihan,
    Jangan pula merusakkan.

    Wallahu A’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s