Makanan Yang Halal


halal_1
Tambahin Thoyyiba ya Sahabat😀

Assalamuallaikum Warahamtullahi Wabarakatuh……………🙂

Salam ukhuwah, Segala puji bagi ALLAH Tuhan semesta alam, yang memberi Rizky berwujud apapun bagi semua makhluknya Subhanallah.

Alhamdulillah wa syukurillah masih bisa diberi kesempatan untuk berbagi ilmu walau hanya sebait dua bait tapi semoga bermanfaat bagi sahabat bloger sebangsa diluar bangsa, setanah air, di luar tanah air. Postingan ini termasuk ke dalam ilmu Fiqih yang saya pelajari dari kitab Fathul Qorib Al-Mujib.

Bismillahirrahminarrahiim….. kali ini tentang Makanan Yang Halal, seperti judul di atas.

Makanan adalah termasuk Rizky dari-Nya, dan dalam firman-Nya yang berisikan bahwa ALLAH SWT tidak akan pernah membiarkan makhluknya terlantar (kelaparan atau sampai tidak makan).

Jadi sebenarnya kita tidak perlu khawatir tentang Rizky ataupun, kita tidak bisa makan. Tapi bukan berarti ALLAH telah menjanjikan itu dan kita tidak mau berusaha seperti bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup, menafkahi keluarga, atau bahkan mencukupi kebutuhan diri kita sendiri dengan mencari makan misalnya, karena merasa hidup kita ditanggung oleh ALLAH.

Bekerja itu hukumnya wajib, apalagi bekerja dengan keikhlasan hati tidak semata-mata hanya mencukupi kebutuhan tapi anggaplah untuk beribadah kepada-Nya. Begitu juga dalam berusaha dan bekerja harus mencarinya untuk memperoleh hasil atau upah yang halal, yang nantinya apabila untuk membeli makanan dan kebutuhan lain sebagainya berujung pada ke halalan. Halal memang sebuah kata yang tidak bisa dilihat dan dirasakan sekarang, tapi berdampak pula pada diri kita, tubuh kita, pada saat hari Hisab (Hari Perhitungan Amal) nanti. Karena jika kita mecarinya dengan cara yang Haram, dan kita makan kemudian berujung pada keharaman. Itu sama saja menyediakan bahan bakar di neraka nanti, maksutnya adalah

dalam Firman ALLAH yang berisikan.

“Barang siapa yang memasukkan sesuatu ke dalam tubuhnya dengan sesuatu yang haram sama saja ia menyediakan bahan bakar dari tubuhnya sendiri untuk neraka.”

Dan ketauhilah wahai sahabatku yang Rahmati ALLAH, bahwa segumpal saja daging pada tubuh kita ini kotor karena sesuatu yang maka seluruh tubuh kita ini adalah haram seperti yang di tengkan di QS: Al-Alaq (1-5)

Untuk itu wahai sahabatku, marilah kita mencari ridho-Nya dari setiap apapun yang kita kejar kita dapatkan yang akan berujung pada ma’rifat ibadah serta halalnya sesuatu itu.

Kembali kepada pembahasan tentang Makanan,
Makanan yang halal adalah makanan yang memenuhi 2 syarat yaitu, Halal dan Baik.

Dan apakah sudah mengetahuinya sahabat,
Halal : adalah sesuatu yang diperoleh sesuai dengan aturan syar’i
Baik : adalah makanan yang tidak menyebabkan penyakit dan membahayakan.

~ Makanan yang halal yang sesuai syar’i adalah diperoleh dengan cara yang baik , seperti dari hasil keringat sendiri dan bekerja di jalur yang baik dan halal, tidak mecuri, merampas milik orang lain, merampok, atau hal lain buruk di kerjakan.

~ Tidak termasuk makanan yang di “Nas” kan keharamannya, seperti: Babi, Anjing, darah, bangkai, hewan yang berkuku tajam, bertaring, hewan yang disemebli tanpa mengucap asma ALLAH dan hewan yang hidup di 2 alam. Seperti contoh:
Buaya, Gajah, Macan, Singa, Ular, Katak, dan lain sebagainya.

Adapun dalil tentang Makanan yang halal, terdapat pada QS: An-Nisa ayat-77. Yang berisikan:

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa yang di bumi yang memenuhi 2 syarat Halal dan Thoyyiba (baik). Dan janganlah kalian mengikuti ajakan-ajakan syaitan. Sesungguhnya syaitan adalah musuhmu yang nyata.” (QS: An-Nisa-77)

Subhanallah ALLAH sudah memberi tahu kepada kita sejelas-jelasnya sebaik-baiknya, mana yang pantas dan halal untuk dimakan ? tentunya semua alasan itu dibuat karena untuk kebaikan makhluknya. Dan yang tidak boleh dimakan adalah yang buruk yang dapat membahayakan makhluknya.

Jadi sudah tahu bukan mana yang baik dan tidak, semoga kita terlindung dari segala barang yang haram dan membehayakan diri kita juga kesehatan kita, dan yang paling penting adalah pertanggung jawaban di hari nanti.

Adapun hadistnya pula sahabatku.

“Ya Allah, cukupilah aku dengan rizki-Mu yang halal (supaya aku terhindar) dari yang haram.” (HR. At-Tirmidzi)

Alhamdulillah lengkap sudah, sepertinya sudah jelas, dan mungkin terdapat salah kata dan pengetikan, sebagai manusia biasa yang pastinya pernah dan pasti berbuat salah, Mohon maaf sebesar-besarnya. semoga ALLAH selalu melindungi dan senantiasa bersama kita.

sampai jumpa dipostingan selanjutnya, InsyaALLAH…

Sahabat mohon do’anya yah saya senin depan menghadapi UAS semoga lancar dan hasilnya memuaskan Amin Ya Rabbal Alamin.🙂 Syukron Katsir

Wassalamuallaikum Warahamatullahi Wabarakatuh……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s