Tata Krama Untuk Persiapan Menjalankan Sholat


Assalamuallaikum Warahmatullahi Wabarakatuh….

Salam ukhuwah bagi pengguna blog serta pembacanya, semoga kita senantiasa selalu mendapat Rahmat serta Hidayah-Nya.
Pada kesempatan kali ini saya ingin membagi sebagian ilmu dan pengetahuan saya yang berkaitan dengan dengan judul diatas. Langsung saja ….

Sebaiknya persiapan kita sebelum menjalankan ibadah sholat, kebetulan kali ini kita akan membahas dalam ibadah sholat Dzuhur. Dahulukanlah untuk tidur sejenak, demi meraih sunnahnya (Qoirullah). Sunnahnya tidur adalah sebelum dzuhur antara pukul 11 s/d setengah 12 saat menanti ibadah sholat dzuhur.

Sesungguhnya tidur (Qoirullah) atau tidur malam itu dapat menolong menjalankan ibadah sholat dengan khusyu’, seperti halnya kita makan sahur bisa menolong menjadi kuatnya puasa siang hari.

Datanglah ke masjid dan jalankan sholat Tahiyatul masjid 2 rakaat. sambil menunggu adzan dikumandangkan serta menjawab adzan, dan untuk hal berikut ini dilakukan untuk (Keseluruhan ibadah sholat yang dilaksanakan di masjid). Kemudian sholat 4 rakaat mengiringi sholat wajib, yaitu Ba’diyah dan Qob’liyah.

Nabi bersabda:

Sholat sunnah diperbanyak oleh nabi 4 rakaat.

“…… Karena waktu pagi ini pintu-pintu langit dibuka semua, maka saya senang untuk menjalankan sholat sunnah diwaktu ini. Karena waktu ini amal-amal sholeh kita akan diterima.”

(Dari sabda nabi diatas, yang dimaksud ibadah adalah ibadah sholat subuh).

hadist yang lain 4 rakaat yang menjadi sunnah muakad, Qoblat Dhuhri dan Qoblat Subhi (Sebelum Dhuhur dan Sebelum Subuh).

“Barang siapa sholat kemudian menjaga ruku’nya, sujudnya dengan baik maka sholatnya diiringi dengan 1000 malaikat yang kesemuanya memintakan ampun kepada ALLAH SWT.” (HR. Abu Daud)

Berikutnya Sesudahnya menjalankan sholat Isya’ kita disunnahkan untuk sholat rawatib ba’diyah, kemudian nabi menganjurkan membaca surah Sajdah, Al-Mulk, Surah Yasin, Surah Ad-Dukhon.

Dan diakhir sholat waktu isya’ Nabi mengakhiri dengan sholat witir baik 1 rakat atau 11 rakaat.

Subhanallah… jika kita mau dan mampu meneladaninya, setidaknya ingin dan mau mencoba seperti beliau.

Sekian dulu dari saya, maaf apabila ada salah kata dan pengetikan harap maklum. “Manusia tempatnya luput.” tapi tidak selalu menjadi alasan untuk sebuah kesalahan.

Semoga bermanfaat, Akhirul kalam..🙂
Wassalamuallaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s