Aku dan Jalanku


Dua kaki terus berjalan
saat sinar ada pada alur yang panjang.

Kala itu berharap sinar yang tak kunjung padam,
Dalam menyusuri jarak demi jarak yang terpentang.

Aku pernah berkata, “Aku tak akan lelah.”
Karena aku punya yang kuasa.

Iya aku memang tak akan pernah lelah
dan akan terus mengarungi detik demi detik
Dari jarak untuk sebuah alur yang panjang !!

Tentunya yang aku juga belum mengetahui
Bagaimana puncaknya (?)
Derita atau sayup-sayup bahagia.

Rabbku memberi banyak pilihan untukku,
“Kau memilih taman yang mana ?.”

Yang gersang namun tenang ?
atau……
Yang subur namun tak pernah kau sentuh keberadaannya ?

Dengan kepastian aku memilih yang gersang,
namun tenang………………
Karena aku sudah pernah tertusuk duri.
Dari pengelabuan taman yang indah yang pernah ada.

Duri itu bukan sekedar duri…
Duri yang tak akan pernah lepas dalam alurku.
Karena duri itu memiliki sebagian darahku
Yang tercecer entah dimana.

Jika memang aku boleh memanjatkan sebait do’a ….
Aku memohon untuk engkau berikan taman yang baru,

Yang gersang……..
Kan ku rawat dengan ketenangan,

Kan kutanam dengan keikhlasan,

Kan ku siram dengan kasih,

Kan ku pupuk dengan rasa sayang,

Nan ku tunggu dengan cinta dan kesabaran.

Apa taman itu akan ada ??
Atau….

Hanya milik penghuni syurga ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s