Irisan Hatiku


Ibu…………………..
Saat hatimu menyentuh nuraniku,
Laksana karang yang melebur tersapu
Buasnya ombak di lautan keras

Ibu…………………..
Saat nyataku tak lagi dapat mewujudkan impianmu
Terisakku dalam setiap malam
yang kujumpai

Ibu…………………….
Saat tuturmu tak lagi dapat menyapa hari,
Kan ku yakinkan kepada hari
Akulah sang penerus yang bangga akan dirimu

Ibu………………………
Saat isyarat kalbumu
Telah sempat berkata tidak,
Mampukah aku ? berdiri diatas hamparan pasir

Luas…………………….tanpa do’a,
Harapan dan tutur katamu..

Jangan biarkan hal itu tejadi pada jiwa rapuhku ibu.

Karena jika itu terjadi
Aku taklagi seperti kaktus.
Bahkan aku bisa seperti jamur.
Yang buruk, lemah, hina dan gampang termusnahkan…

5 thoughts on “Irisan Hatiku

  1. tak masalah bunda tak pernah mengajari menulis, karena tiap kata-kata bunda tertancap di dalam hati.
    Tak mengapa bunda tak pernah mengajari membaca, karena bunda selalu mengajari menilai sesuatu dengan mata hati.

    >Follow my Blog ^,^ @ anjarafifafandi.wordpress.com

    • Aduuuuh berat banget ini kata-katanya bapak ahli fisika.. volumenya sampe ga bisa dihitung, panjangnya sampe ga bisa diukur, ketinggian maknanya juga ga bisa dijangkau…
      sudah pak sudah…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s